Para Pencari Laila #7



*Sementara itu di Asrama 1* 
(kamar laila dan nova)
"Hoaaamm" suara mulut nova yang tengah menguap
"Hee nguap tu di tutup, jangan sampe kedengara suara nya" ucap laila dengan gaya ciri khas nya.
"Hi-tec ku jatuh tadi malem, sekarang ga idup lagi iss padahal baru beli 2 hari yang lalu" gerutu nova dengan memanyunkan bibirnya seperti bebek
"Yaudah ni pake punya ku, aku ada 2 , yuk cepet buru ustadzah Annis marah-marah" 
Ucap laila sembari membenahi mukena yang ia pakai dan mengambil kitab ihya Ulumuddin nya.
****
"Wallahua'lam bishoab" 
Pengajian ihya Ulumuddin pun berakhir, yaahh seperti biasa pada saat menggaji kitab, banyak santri yang menggantuk, tapi itulah salah satu kenikmatan yang perlu kita syukuri yang pastinya akan menjadi kenangan kelak.

Pagi, datang menyapa enbun pagi dalam daun yang penuh kesejukan. Semua terasa indah, saat sayap-sayap burung terlihat terbang bebas di atas sana. 
(Asrama 1)
"Iya manis banget yaallah" 
"Iya kan emang, ihh meleleh tau"
Ucap Puspa, Nung, dan Atika secara bergantian tengah membicarakan seseorang
"Assalamu'alaikum" salam Nova dan laila bersamaan
"Waalaikummussalam" ucap semua penghuni kamar asrama 1
"Ada apa si ribut banget dari tadi, ghibah apaan? Ajak ajak dong" ucap Nova dengan antusias nya
"Itu gus umam, tadi aku ketemu beliau selesai ngaji tadi yaallah manis banget" ujar atika dengan gaya hiperbola nya
"Iyaa emang aku sma puspa aja tadi papasan trus beliau langsung nunduk yaallah gemes nya" tambah nung yang di iyakan oleh puspa
"Kamu jangan ikut-ikutan ih, kamu sma gus ade aja" sanggah nung tidak terima dengan respon Puspa
"Apaan si orang gus ade udah ada yg punya geh, males lah" elak puspa dengan memutar bola matanya
Mas ade dan umam mempunyai karaker yang berbeda
Mas ade sendiri sesorang yang terkenal ramah, royal, asik dan sedikit konyol.
Sedang umam adalah seseorang yang cuek, lebih pendiam bila tidak terlalu dekat dengan orang, dan selalu menjaga pandangannya.
Yahh, tak dipungkiri , karena umam baru saja pulang ke pondok  (rumahnya)
Selama 6 tahun umam mondok di Lirboyo yang tak lain jarang melihat perempuan.
Panggilan Gus memang lumrah didengar oleh semua orang karena memang seharusnya mas ade dan umam dipanggil Gus tapi tidak untuk laila. 
Karena sudah terlanjur dekat dan dianggap adik oleh mas ade , ia pun memanggil mas ade dan umam dengan sebutan "mas".
"Hih apaan si kalian ni, dah ah aku mau nyapu ndalem dulu" ucap laila yang langsung bersiap-siap 
"Nanti klo ketemu gus umam salamin yah" ujar atika yang di sahut oleh Puspa dan nung  "Ih dari aku juga si" "aku juga ya laa"
"Hihhh moh ah isin hehe, byee assalamu'alaikum" jawab laila yang langsung pamit meninggalkan beberapa ekspresi kekecewaan di asrama 1
Sementara itu di ndalem Abah yai.....



Bersambung......
0 Komentar untuk "Para Pencari Laila #7"

Back To Top