Pandangan nya langsung terfokus pada gadis cantik di depan Mamas kandungnya itu, meski sudah berkali-kali bertemu, baginya laila tetap terlihat menarik bila di pandang.
"Astaghfirullah" gumam umam yang langsung menunduk
"Hee ngopo koe, get-geti wong ae, masuk ki ketuk pintu salam " cerocos mas ade yang sontak membuat umam kikuk
"Lah sampean ngopo jal lawang e di tutup, neng jero gor cah loro , ben e sijine setan" elak umam yang spontan terucap karena sejujurnya umam juga lupa tujuan utama ia mencari mas ade .
"Lah sampean mas yang ketiga" ucap laila dengan menahan tawa yang di saut tawa keras dari mas ade lalu berkata "Wes lah ngko nesu cah e dek hehe (melirik umam) wes sampean ke arama neh kono, wes mbengi gek turu"
"Nggih mas, pamit assalamu'alaikum" ujar laila sembari berlalu.
"Waalaikummussalam"
Sedang mata umam terus saja terpaku pada langkah yang semakin lama semakin jauh
"Hee maksiat maksiattt" kejut mas ade yang berhasil membuyarkan lamunan umam , namun ia hanya berdesis dan berlalu pergi terlebih dahulu.
"Hee mam " panggil mas ade yang langsung menyamakan langkah umam
"Hemmm" umam pun hanya berdehem karena sedikit sebal dengan kejadian tadi.
"Ham hem ham hem , iyoo ngunu loh, ngopo koe mau plira plirik laila? Demen yoo" goda mas ade
"Opo si mas , yo ra lah edan po" elak umam menutupi bagian wajahnya
"Halah, jujur ae mam, sopo si seng ga demen karo de'e ki , wes wuaaayuuu santri teladan neh , beeh idaman" sahut mas ade penuh hayat
"Hihh opo si mas , wes lah . Wes mbemgi ojo kokehan halu, ga baik" jawab umam yang langsung mempercepat langkahnya"
****
Malam, kian terasa sunyi, hanya terdengar suara bising dari pojok-pojok asrama santri putri. Di kelilingi berbagai aktifitas, di pojok kanan terlihat segerombol santri yang masih menikmati indahnya langit malam, di pojok lain ada yang konsen menghafal Alquran dan kitab-kitab lainnya.
Malam semakin sunyi, semua santri telah kembali ke dalam mimpi masing-masing.
Hingga terdengar suara bel
"tetttttt tetttt tettttt"
Menuntut mereka untuk bangun dan melaksanakan sholat subuh, kemudian mengaji kitab.
Dok dok dok dokk
(Suara ketukan pintu yang sangat keras)
"Mbaaaa bangun mbaaa, yoo 5 menit lagi harus udah ada di masjid semua" teriak pengurus keamanan tidak lain adalah ustadzah Annis yang terkenal dengan watak yang keras, kiler, tegas dan disegani oleh santri putri.
*Sementara itu di Asrama 1*
Bersambung.....
0 Komentar untuk "Para Pencari Laila #6"