Para Pencari Laila #8

sementara itu di ndalem abah yai
bersambung.
Ketika berjalan menuju ruumah pak yai untuk menyapu rumahnya, tiba tiba terdengar suara memanggil laila
“laila, mau kemana?” tanya irma kepada laila
“oh.. ini mau nyapu rumah pak yai, lah kamu sendiri mau kemana ir?’
"Hoalah aku,, mau ke kamar sebelah, mau nanya pelajaran ke mbak-mbak, yowes aku dese’an nggeh la’’
“ nggeh ir” jawab laila dengan senyum manisnya
Sesampainya di rumah pak yai, lalila memulai gerakan sapunya diruang tamu terlebih dahulu setelah itu ruang tengah dan dapur. Lalila pun mulai mengerakan sapunya dengan ayunan yang lembut, dan terdengar hentakan kaki dari lantai dua yang hendak turun kebawah, hentakan kaki itu semakin mendekat dan ternyata pak yai Andi  menghampirinya.
“ laila..” pangil pak yai dengan lebut
“ nggeh pak yai..” jawab laila sambil menundukan pandangannya
“ niki nduk, tolong buatin bapak teh nggeh, teh  pait boten di ke’i gula” suruh pak yai terhadap laila
“ nggeh pak “ jawab laila sambil meninggalkan pak yai dengan berjalan mundur menggunakan lututnya, setelah di lihat agak jau lailapun mulai berjalan dengan menggunkan kakinya dan berjalan menuju dapur.
Laila mulai mengambil gelas, sendok, dan piring kecil serta tutup gelas..
Laila mulai mebuatkan teh  untuk pak yai dan tiba-tiba laila merasa seperti ada yang mendekatinya, 
‘‘ seperti ada yang datang kesini,ah sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja’’ guman laila dalam hati
‘ assalamualaikum’ suara itu membuat laila menghentikan gerakan sendoknya yang sendang mengaduk-aduk teh, dan laila menoleh ke belakang ternya itu gus umam
‘waa….alaikumsallam mas, enten nopo’ tanya laila sambil menundukan kepala dan terdengar suara laila yang sedikit bergetar
‘ maaf la ganggu, aku mau cari gula pasir, bisa di bantu cari? ‘
Tanya gus umam yang sedikit memandang wajah laila yang tertunduk dan ketika itu juga gus umam langsung menundukan pandangannya..
"niki mas gulanya, tadi abis bikin teh untuk bapak, yaudh tak tinggal sek nggeh , mau nganter teh nya bapak, assalamualaikum"
'‘ waalaikumsallam'’ jawab gus umam sambil melihat laila yang sedang berjalan membelakanginya
" pak niki teh e"
"nggeh la, matuhr suon"
"nggeh pak,, amit pak mau melanjutkan nyapunya,"kata laila sambil menunduk kebawah tidak berani menatap langsung wajah pak yai.
"sebentar la bapak mau ngomong sama kamu, kamu duduk dulu di sini," suruh pak yai Andi  kepada laika
"nggeh pak"
" jadi gini la, bapak pingin sedikit kasih nasihat ke kamu, dan kamu boleh juga menyampaikanya kepada teman-temanmu"kata pak yai
"nggeh pak"
Jadi jangan heran kenapa laila dekat sekali dengan pak yai, karena laila merupakan salah satu santri dalem dan salah satu santri paling dekat dengan pak yai dan bu yai
"la… aku tidak butuh santri yang pinter, aku butuh santri sing ngerti" kata pak yai, dan saat itu juga laila mulai menafsirkan perkataan pak yai
Dan pak yaipun melanjutkan nasehatnya’
" jadi, kabeh wes ono tulisanne, lek subuhe apik kabeh bakal apik,"
"ngaji iku gak popo turu asal gak ngomong, manungso iku derajate luweh duwur dari malaikat nanging iso luweh rendah dari hewan , paham la?"
" nggeh pak " jawab laila sambil memikirkan perkataan pak yai
‘"dadi wong apik iku kumpulano kabeh ojo pilah pilih"
"Nggeh  pak"
"la ojo lali biasakno zikir laa illaha illallah ben lek ape mati kulino, nek duwe hajat sholawatan ping 1.000 ben dinone cek digampangke"
" nggeh pak, matur suon pak" kata Laila sambil menunduk ke lantai
"yowes saiki , sampean lanjutke meleh nyapune"
" nggeh pak matur suon nggeh pak, assalamualaikum"
"waalaikumsallam" jawab pak yai sambil menyeruput teh  buatan laila 
Lailapun berjalan menuju dapur……



bersambung
0 Komentar untuk "Para Pencari Laila #8"

Back To Top