Para Pencari Laila #9

Sesampainya Laila di dapur,ia langsung bergegas menyapu dapur..dan lagi lagi ada yang mendekatinya dan ternyata ustadzah Ega.
"Laa" panggil ustadzah Ega
"Muhun ustadzah"kali ini Laila menggunakan bahasa sundanya karena ustadzah Ega merupakan suku Sunda
"Iyeu Tulung melikeun ustadzah tipung jeng royko nyak la"
Suruh ustadzah Ega sambil menyodorkan uang 10 RB.
"Muhun" jawab Laila
.....
Setelah menyapu selesai lailapun langsung menuju kamarnya untuk mengajak Nova membeli pesanan ustadzah Ega
"Assalamualaikum" salm Laila kepada teman teman sekamarnya
"Waalaikusallam"serentak jawab mereka yang ada di dalam kamar
Dan lailapun langsung mengajak Nova untuk ikut membelikan pesanan ustadzah Ega,krna tidak mungkin jika Laila pergi sendirian ke luar sana
"Nova,tolong anter aku yuk,"ajak Laila sambil bercermin membenarkan jilbabnya
"Kemana la"tanya Nova yang sedang membaca novel sambil mengistirahatkan badanya di kasur
"Ini di suruh ustadzah ega,beli terigu sama royko,"
"Hoalah yaudah yuk" jawab Nova sambil membangunkan badanya dari tempat tidur dan langsung mengenakan jilbab
"Oh iya la kita harus izin dulu sama ustadzah Annis"
"Oh iya va,aku lupa"
"Hem tumben nii lupa hehe,hayo abis ketemu siapa di dalam?" Tanya Nova sambil menyenggol-nyenggol bahu Laila
" Sudahlah nanti saja ceritanya,kita sudah di tungguiin sama ustazah Ega"
Laila dan Nova pun langsung bergegas menemui ustadzah Annis,untuk meminta izin
Setelah mendapatkan surat izin dari ustadzah Annis ,Nova dan lailapun pergi ke warung yang ada di luar pondok untuk membelikan pesanan ustadzah Ega..
Kaki Laila dan Nova mulai melagkah menuju warung,,..
Di perjalanan warung Nova dan Laila melihat ada Gus Ade yang sedang bersama Ilham
"De,delik Rono enek bidadari keluar dari sebuah istana, masyaalloh de hati ku ser ser.Delo e" kata Ilham yang di mana matanya tertuju kepada Laila
"Enek sopo loh aku gak ndelo"jawab Ade sambil memperhatika lingkungan sekitar
"Iku loh de,Laila"
"Hemm kebiasaan, ham wes lah iku bulan puoso, kurang-kurangi ngebucine" kata Ade sambil membenarkan pecinya
"Aku bukan bucin tapi aku Iki kasmaran loh,Delo de mosok kuwe rak terpesona Karo kecantikan Laila" kata Ilham
" Ham ham ham ,bulan puoso kita haru mengejar malam Lailatul Qadar bukan nurlailatul" kata Ade
"Hem Iyo Iyo de,"jawab Ilham yang masih saja memperhatikan Laila..
..
Laila dan Nova pun mulai mendekat kepada Ilham dan Ade, karena warung yang mereka tuju itu tepat di sebelah mereka duduk
"Assalamualaikum" sapaIlham kepada Laila
"Waalaikusallam"jawab Laila dengan sedikit senyum sambil menunduk
"Mau kemana la"tanya Ade
"Oh Niki mas arek tuku terigu kambe royko" jawab Laila
 ...
 Setelah membeli royko  Laila dan Nova pun langsung menuju kepondok kembali..
 Bersambung

Para Pencari Laila #8

sementara itu di ndalem abah yai
bersambung.
Ketika berjalan menuju ruumah pak yai untuk menyapu rumahnya, tiba tiba terdengar suara memanggil laila
“laila, mau kemana?” tanya irma kepada laila
“oh.. ini mau nyapu rumah pak yai, lah kamu sendiri mau kemana ir?’
"Hoalah aku,, mau ke kamar sebelah, mau nanya pelajaran ke mbak-mbak, yowes aku dese’an nggeh la’’
“ nggeh ir” jawab laila dengan senyum manisnya
Sesampainya di rumah pak yai, lalila memulai gerakan sapunya diruang tamu terlebih dahulu setelah itu ruang tengah dan dapur. Lalila pun mulai mengerakan sapunya dengan ayunan yang lembut, dan terdengar hentakan kaki dari lantai dua yang hendak turun kebawah, hentakan kaki itu semakin mendekat dan ternyata pak yai Andi  menghampirinya.
“ laila..” pangil pak yai dengan lebut
“ nggeh pak yai..” jawab laila sambil menundukan pandangannya
“ niki nduk, tolong buatin bapak teh nggeh, teh  pait boten di ke’i gula” suruh pak yai terhadap laila
“ nggeh pak “ jawab laila sambil meninggalkan pak yai dengan berjalan mundur menggunakan lututnya, setelah di lihat agak jau lailapun mulai berjalan dengan menggunkan kakinya dan berjalan menuju dapur.
Laila mulai mengambil gelas, sendok, dan piring kecil serta tutup gelas..
Laila mulai mebuatkan teh  untuk pak yai dan tiba-tiba laila merasa seperti ada yang mendekatinya, 
‘‘ seperti ada yang datang kesini,ah sudahlah mungkin ini hanya perasaanku saja’’ guman laila dalam hati
‘ assalamualaikum’ suara itu membuat laila menghentikan gerakan sendoknya yang sendang mengaduk-aduk teh, dan laila menoleh ke belakang ternya itu gus umam
‘waa….alaikumsallam mas, enten nopo’ tanya laila sambil menundukan kepala dan terdengar suara laila yang sedikit bergetar
‘ maaf la ganggu, aku mau cari gula pasir, bisa di bantu cari? ‘
Tanya gus umam yang sedikit memandang wajah laila yang tertunduk dan ketika itu juga gus umam langsung menundukan pandangannya..
"niki mas gulanya, tadi abis bikin teh untuk bapak, yaudh tak tinggal sek nggeh , mau nganter teh nya bapak, assalamualaikum"
'‘ waalaikumsallam'’ jawab gus umam sambil melihat laila yang sedang berjalan membelakanginya
" pak niki teh e"
"nggeh la, matuhr suon"
"nggeh pak,, amit pak mau melanjutkan nyapunya,"kata laila sambil menunduk kebawah tidak berani menatap langsung wajah pak yai.
"sebentar la bapak mau ngomong sama kamu, kamu duduk dulu di sini," suruh pak yai Andi  kepada laika
"nggeh pak"
" jadi gini la, bapak pingin sedikit kasih nasihat ke kamu, dan kamu boleh juga menyampaikanya kepada teman-temanmu"kata pak yai
"nggeh pak"
Jadi jangan heran kenapa laila dekat sekali dengan pak yai, karena laila merupakan salah satu santri dalem dan salah satu santri paling dekat dengan pak yai dan bu yai
"la… aku tidak butuh santri yang pinter, aku butuh santri sing ngerti" kata pak yai, dan saat itu juga laila mulai menafsirkan perkataan pak yai
Dan pak yaipun melanjutkan nasehatnya’
" jadi, kabeh wes ono tulisanne, lek subuhe apik kabeh bakal apik,"
"ngaji iku gak popo turu asal gak ngomong, manungso iku derajate luweh duwur dari malaikat nanging iso luweh rendah dari hewan , paham la?"
" nggeh pak " jawab laila sambil memikirkan perkataan pak yai
‘"dadi wong apik iku kumpulano kabeh ojo pilah pilih"
"Nggeh  pak"
"la ojo lali biasakno zikir laa illaha illallah ben lek ape mati kulino, nek duwe hajat sholawatan ping 1.000 ben dinone cek digampangke"
" nggeh pak, matur suon pak" kata Laila sambil menunduk ke lantai
"yowes saiki , sampean lanjutke meleh nyapune"
" nggeh pak matur suon nggeh pak, assalamualaikum"
"waalaikumsallam" jawab pak yai sambil menyeruput teh  buatan laila 
Lailapun berjalan menuju dapur……



bersambung

Para Pencari Laila #7



*Sementara itu di Asrama 1* 
(kamar laila dan nova)
"Hoaaamm" suara mulut nova yang tengah menguap
"Hee nguap tu di tutup, jangan sampe kedengara suara nya" ucap laila dengan gaya ciri khas nya.
"Hi-tec ku jatuh tadi malem, sekarang ga idup lagi iss padahal baru beli 2 hari yang lalu" gerutu nova dengan memanyunkan bibirnya seperti bebek
"Yaudah ni pake punya ku, aku ada 2 , yuk cepet buru ustadzah Annis marah-marah" 
Ucap laila sembari membenahi mukena yang ia pakai dan mengambil kitab ihya Ulumuddin nya.
****
"Wallahua'lam bishoab" 
Pengajian ihya Ulumuddin pun berakhir, yaahh seperti biasa pada saat menggaji kitab, banyak santri yang menggantuk, tapi itulah salah satu kenikmatan yang perlu kita syukuri yang pastinya akan menjadi kenangan kelak.

Pagi, datang menyapa enbun pagi dalam daun yang penuh kesejukan. Semua terasa indah, saat sayap-sayap burung terlihat terbang bebas di atas sana. 
(Asrama 1)
"Iya manis banget yaallah" 
"Iya kan emang, ihh meleleh tau"
Ucap Puspa, Nung, dan Atika secara bergantian tengah membicarakan seseorang
"Assalamu'alaikum" salam Nova dan laila bersamaan
"Waalaikummussalam" ucap semua penghuni kamar asrama 1
"Ada apa si ribut banget dari tadi, ghibah apaan? Ajak ajak dong" ucap Nova dengan antusias nya
"Itu gus umam, tadi aku ketemu beliau selesai ngaji tadi yaallah manis banget" ujar atika dengan gaya hiperbola nya
"Iyaa emang aku sma puspa aja tadi papasan trus beliau langsung nunduk yaallah gemes nya" tambah nung yang di iyakan oleh puspa
"Kamu jangan ikut-ikutan ih, kamu sma gus ade aja" sanggah nung tidak terima dengan respon Puspa
"Apaan si orang gus ade udah ada yg punya geh, males lah" elak puspa dengan memutar bola matanya
Mas ade dan umam mempunyai karaker yang berbeda
Mas ade sendiri sesorang yang terkenal ramah, royal, asik dan sedikit konyol.
Sedang umam adalah seseorang yang cuek, lebih pendiam bila tidak terlalu dekat dengan orang, dan selalu menjaga pandangannya.
Yahh, tak dipungkiri , karena umam baru saja pulang ke pondok  (rumahnya)
Selama 6 tahun umam mondok di Lirboyo yang tak lain jarang melihat perempuan.
Panggilan Gus memang lumrah didengar oleh semua orang karena memang seharusnya mas ade dan umam dipanggil Gus tapi tidak untuk laila. 
Karena sudah terlanjur dekat dan dianggap adik oleh mas ade , ia pun memanggil mas ade dan umam dengan sebutan "mas".
"Hih apaan si kalian ni, dah ah aku mau nyapu ndalem dulu" ucap laila yang langsung bersiap-siap 
"Nanti klo ketemu gus umam salamin yah" ujar atika yang di sahut oleh Puspa dan nung  "Ih dari aku juga si" "aku juga ya laa"
"Hihhh moh ah isin hehe, byee assalamu'alaikum" jawab laila yang langsung pamit meninggalkan beberapa ekspresi kekecewaan di asrama 1
Sementara itu di ndalem Abah yai.....



Bersambung......

Para Pencari Laila #6

Pandangan nya langsung terfokus pada gadis cantik di depan Mamas kandungnya itu, meski sudah berkali-kali bertemu, baginya laila tetap terlihat menarik bila di pandang.
"Astaghfirullah" gumam umam yang langsung menunduk
"Hee ngopo koe, get-geti wong ae, masuk ki ketuk pintu salam " cerocos mas ade yang sontak membuat umam kikuk
"Lah sampean ngopo jal lawang e di tutup, neng jero gor cah loro , ben e sijine setan" elak umam yang spontan terucap karena sejujurnya umam juga lupa tujuan utama ia mencari mas ade .
"Lah sampean mas yang ketiga" ucap laila dengan menahan tawa yang di saut tawa keras dari mas ade lalu berkata "Wes lah ngko nesu cah e dek hehe (melirik umam) wes sampean ke arama neh kono, wes mbengi gek turu" 
"Nggih mas, pamit assalamu'alaikum" ujar laila sembari berlalu.
"Waalaikummussalam"
Sedang mata umam terus saja terpaku pada langkah yang semakin lama semakin jauh
"Hee maksiat maksiattt" kejut mas ade yang berhasil membuyarkan lamunan umam , namun ia hanya berdesis dan berlalu pergi terlebih dahulu.
"Hee mam " panggil mas ade yang langsung menyamakan langkah umam
"Hemmm" umam pun hanya berdehem karena sedikit sebal dengan kejadian tadi.
"Ham hem ham hem , iyoo ngunu loh, ngopo koe mau plira plirik laila? Demen yoo" goda mas ade
"Opo si mas , yo ra lah edan po" elak umam menutupi bagian wajahnya
"Halah, jujur ae mam, sopo si seng ga demen karo de'e ki , wes wuaaayuuu santri teladan neh , beeh idaman" sahut mas ade penuh hayat
"Hihh opo si mas , wes lah . Wes mbemgi ojo kokehan halu, ga baik" jawab umam yang langsung mempercepat langkahnya"
****
Malam, kian terasa sunyi, hanya terdengar suara bising dari pojok-pojok asrama santri putri. Di kelilingi berbagai aktifitas, di pojok kanan terlihat segerombol santri yang masih menikmati indahnya langit malam, di pojok lain ada yang konsen menghafal Alquran dan kitab-kitab lainnya.
Malam semakin sunyi, semua santri telah kembali ke dalam mimpi masing-masing.

Hingga terdengar suara bel 
"tetttttt tetttt tettttt"
Menuntut mereka untuk bangun dan melaksanakan sholat subuh, kemudian mengaji kitab. 
Dok dok dok dokk
(Suara ketukan pintu yang sangat keras)
"Mbaaaa bangun mbaaa, yoo 5 menit lagi harus udah ada di masjid semua" teriak pengurus keamanan tidak lain adalah ustadzah Annis yang terkenal dengan watak yang keras, kiler, tegas dan disegani oleh santri putri.
*Sementara itu di Asrama 1* 
Bersambung.....



Para Pencari Laila #5




disisilain
Laila dan nova pun kembali ke asrama masing-masing. Setibanya diasrama laila yang barusaja hendak duduk dikagetkan oleh suara teman sekamarnya
"nganu lail, sampean di timbali  karo mas ade gek ndang o moro selak ngamuk wong e, mergane wes nunggu ket mau" mendengar nama mas ade laila pun langsung gercep otw ke kantor karna bagi laila mas ade sudah seperti mamasnya sendiri.(Bahasane koyo anggepan lah lek ng pondok wkwk)
*Setibanya di kantor*
Laila "asalamualaikum mas enten nopo kok nimbali kulo" adapun menyeret laila ke ruang besuk
Mas ade"ndak Popo dek aku rindu karo adeku seng ayu iki"
Laila"alah gombel mas mas, tenan iki penting ora"
Mas ade" heheh iyo iyoo,  nganu dek sampean kan wis sui nyantri,ndak pingin opo dek nggolek i calon"
Laila " alah mas mas,hurung wayahe laila ate fokus neng pondok ndisit 😊"
Mas ade" loh dek padahal akeh lo leng menanti sampean ng jobo kono"
Laila" moso iyo mas"
Mas ade " iyoo,  contoh e malaikat izroil contohnya hahahah"
Laila" ih males ki, putus lah kita mas aku gak mau jadi adekmu lagi wkwk"
Mas ade" ojo geh laila kan ayu,  aku mau gur guyon"
Laila " 😑, mas la sampean dewe ora ate nggolek calon a?  Jek betah nunggu mba e? "
Mas ade" hah mba e sapa? "
Laila" kae lo leng jek tolabul ilmi neng mesir 😂"
Mas ade" oalah,  ora lah akukan setia pada satu wanita 😅, dan saat ini sedang memantaskan diri untuk menjadi imamnya, kelak dunia dan akhirat hiya hiya "
Laila" ealah malah bucin"
*didimensi lain*
Umam sedang mencari keberadaan mamasnya yang sok ganteng ini haha
"ih la mengendi si mas duplikatan gus azmi ki"
Ustadz arjun" nggolek i sopo lo le? "
Umam" mas ade pak"
Uastadz arjun" oalah,  kae ade neng ruang besuk "
Umam " njeh pak suwun njeh"
Lalu umam pun salim dan otewe ke ruang besuk setibanya disana dia lupa tak mengetuk pintu 
"greekkkkk," umam syok melihat penampakan yg ada di ruangan itu 
Bersambungg.....

Para Pencari Laila #4

Kisah Diruang tamu
Ilham" Dek rene ndisit ndang"
Irma " ngopo mas?,  aku arek bubuk wes mbengi"
Ilham pun bertanya " nganu dek, kae leng jenenge laila wis ndue calon hurung?"
irma pun dengan wajah curiga akhirnya bertanya " embuh mas langapak kok tekok" laila?  Sampean demen yoo hayo ngaku😂"
dengan wajah cengegesan dan tangan menggaruk tengkuk ilham pun mengangguk
"hehe iyo dek, mergane ayu mbanget cah e, gae adem lek di sawang sawang, dan berakibat selalu jadi bayang bayang di benak😂
 irma memutar bola matanya dengan malas mendengar mamasnya yang sedang menjadi budak cinta,bersamaan dengan itu resti ibu ilham pun muncul. 
Lalu irma  bersalaman"loh irma wes balik,? Loh ham kok wes medun seko pohon nggolek sinyal e uwis? " 
irma" yo medun lah bu lawong mamas tibo kok mau wkwk" 
ibu " wkwk ben kuwalat di penging ibukke penekan bengi2 ndak nurut" sambil berlalu pergi kekamar untuk beristirahat 
Ilhampun hanya cengengesan dan kembali bertanya"Dek jeneng ig ne mba kae sapa?"
Irma"oalah menek pohon bengi bengi ki demi stalking ig ne laila to tibak e, jenenge @laila_qdryh"dan irma pun berpamitan untuk beristirahat pada mamasnya.
setelah ibu dan adiknya pergi beristirahat  ilham pun langsung capcuss stalking ig dengan senyum senyum bagaikan orang gila 
Bersambung.......

HAKIKAT CINTA "Resti Andini"

 


Pagi itu, Mentari mulai menampakkan senyumnya, kicauan burung seakan menyambut kedatangan sang surya, daun dan pepohonanpun seakan menari dengan hembusan angin yang sangat menawan,, 
Aku berjalan di antara jajaran pepohonan sambil menikmati silirya angin yang sangat menyejukkan hati, kurentangkan tanganku sambil memejamkankan mataku menghadap sang surya, merupakan suatu kenikmatan yang sangat aku rindukan ,,, 
Tiba-tiba ,,,,,,,,
sssstttt( ada seseorang yang menutup mataku dengan telapak tangannya)
Hey siapa ini ? 
eh Ana,, jangan ngayal mulu nanti kesambet lo ( Sambil duduk di atas batang kayu yang sudah tanggal)
ughhhh dasar ipeh mengagetkan saja  ( sambil memukul pundak afifah)
 ahahaahahah,,, ngapain kamu disini ?  ( dengan wajah heran)
 aku sedang menikmati sejuknya angin di pagi hari ( dengan senyuman yang menawan menghadap mentari)
uh uh sok puitis deh wkwkwk  (sambil tertawa mengarah Ana)
 ya biarin loh,, ngomong-ngomong ngapain kamu kesini ? biasanya jam segini kamu masih berada di kayangan (ranjang kasur ) wkwkwk ?
eh eh eh gk boleh suudzon ,, tdi itu ya mba dewi ngasih tau aku, katanya hadroh puteri mau diikutkan lomba, lombanya di Pendopo Pringsewu  (jawab Afifah)
 ahahahaha jangan halu deh, mana mungkin kita dibolehin lomba sama abi ? ( sambil memegang kening afifah)
iiiiih apaan si kamu ini, aku serius Ana, jadi pelatih hadroh kita meminta izin dengan Abi ,, dan alhamdulilah Abi memberikan izin  ( tegasnya)
 Benarkaaah ?  ( dengan wajah yang terkejut
 ya bener lah masa aku bohong sih ( tegasnya )
 ya Ampun mimpi apa aku semalem , pagi-pagi udah dapet kabar membahagiakan,,, gara-gara mas Gilang kita boleh ikut lomba ( senyum-senyum sendiri)
huuu dasar bucin terus ,,, inget Ana focus dulu sma Quran mu, lagian denger-denger mas gilang itu suka sama mba bila  ( menasehatii Ana )
 iya aku tau, mba bila memang perfect woman  ( muka yang agak murung)
 sudahlah, jika kamu ingin mendekat kepada ciptaan Allah, maka kamu harus mendekati yang menciptakan dulu 
 haduuh.. iya deh iya bu Nyai wkwkwk( sambil meundukan kepala meledeki Afifah )
 Eh eh eh,, sudah jangan kebanyakkan menghayal, nanti sore setelah sholat ashar  sudah dimulai latihannya, nanti bareng ya na ,, sekarang aku mau mandi dulu  ( beranjak dari tempat duduknya)
 iya deh nanti aku ke kamarmu,, 
 dah ana  ( sambil berjalan kembali ke kamarnya
 daaaaahh,,,
Bagiku hari ini adalah hari yang paling membahagiakan. Bagaimana tidak, di hari pertama aku masuk pesantren , aku diajak untuk mengikuti kompetisi hadroh puteri, yang diselenggarakan di Pendopo Pringsewu.
Aku tidak bisa menolaknya, karena aku adalah salah satu pecinta sholawat. Dan bagiku, ini merupakan petama kalinya kami diizinkan lomba oleh pimpinan pondok kami.
Pondok Pesantren Darul Ilmi  merupakan salah satu pesantren yang ada di Tanggamus, Di Pimpin oleh Bpk Kyai Syaifuddin dan Ibu Nyai Rohma dengan ratusan santrinya. Para Santri sering memanggil pak kyai Syaifuddin dan Ibu nyai Rohmah dengan sebutan Abi dan Umi, hal ini bertujuan agar para santri lebih dekat dengan Gurunya, seperti pengganti oraang tua mereka. Abi mempunyai dua orang putera , anak yang pertama bernama Gus Salim dan anak yang kedua bernama gus Fahmi. Gus Salim telah selesai study nya dan saat ini telah menikah dengan puteri dari Kyai syaiful yang bernama Ning Anisa. Sedangkan Gus Fahmi masih melanjutkan mondoknya di Kairo Mesir Al Azhar. 
Abi mempunyai seorang santri yang sangat tekun dan juga salah satu ssantri kepercayaan , Namanya Mas Gilang, dia juga merupakan pelatih hadroh di Pondok Pesantren  Darul Ilmi. Dia juga banyak dikagumi oleh para santriwati disini, bagaimana tidak, suaranya yang merdu membuat hati santriwati berkeping-keping.
Sore itu aku segera bergegas pergi ke kamar ipeh, untuk pergi latihan hadroh bersama teman-teman yang lainnya,,, 
peh, ipeh,, afifah Nur Azizaaaaah ( Sambil masuk ke dalam kamar ipeh )
duh mba Ana ini kebiasaan sekali sih, tuh di pintu sudah jelas ada tulisan, Sebelum masuk harus mengucapkan SALAM ( Tegas dila salah satu teman sekamar ipeh )
hehehe,, iya deh maaf, yaudh aku ulangi ya ,, Assalamualaikuuuumm (sambil kembali keluar dan kembali masuk )
 Walaikumussalam warohmatullohi wabarukatuh  ( Ipeh dan dila berbarengan menjawab salam )
Nah gtu dong ,, kan enak di dengar  ( sambil merapikan jilbab )
hehe ,, hayuk peh kita latihan udah gk sabar nih ( sambil menarik ipeh )
 eh bentar-bentar na , itu si dila tungguin ,  ( melepaskan tangan ana)
emang dila ikut apa ?  ( dengan wajah bingung)
 eh eh eh gini gini aku vokalis loh wkwkk ( sambil bersiap-siap )

 ahahahaha aku lupa kalo kamu bisa suara bass wkwkwk  (sambil meledek )
 sudah yuk kita berangkat  ( sambil berjalan menuju aula pondok )
Kamipun segera menuju Aula pondok dan disana sudah ada mba dewi, mba Fatimah, Aisyah dan tentunya mas gilang. Dari kejauhan aku tak pernah mengalihkan pandanganku kepada mas gilang,, sebenarnya mas gilang pernah mendekati aku, tetapi aku masih belum mempunyai rasa kagum kepadanya, kemudian seiring berjalannya waktu diam-diam aku memiliki perasaan terhadapnya, Namun, sangat disayangkan dia memiliki perasaan kepada mba Bila, ya wajar saja sih, mba bila merupakan sesosok wanita idaman, selain suaranya yang sangat indah , pemikirannya pun sangat dewasa.
Eheeeem,,,,,, awas nanti kesandung batu,, kalo jalan lihat jalan jangan lihat doi ( senggol dila kepadaku)
iiih dila ,, apaan si , jangan keras-keras nanti mas gilang dengar  ( sambil membisikan dila)
 naaaah itu mereka sudah sampai ,, ayok sini  ( teriak mba dewi kepada kami)
hehe iya mba ,,  ( tegasku sambil duduk mengambil alat masing-masing )
 mmm o iya,, mba bila dimana ? kok gk ada ?  ( Tanya Afifah)
 Dia belum pulang kepondok setelah liburan ini,, mungkin minggu depan pulang ( jawab mba Fatimah )
Ya sudah kita mulai saja ya latihannnya  ( Kata mas gilang )

Mas gilang menjelaskan kepada kami tekhik perlombaannya, dan lagu apa saja yang akan diperlombakan, kamipun latihan dengan penuh semangat, ya tentu saja sangat semangat , karena ini merupakan suatu hal yang sangat ditunggu-tunggu. Waktupun berjalan sangat cepatnya , suara adzan maghrib pun akan segera dikumandangkan, kemudian kami akhiri latihan kami , dan segera mempersiapkan diri untuk melaksanakan sholat jamaah maghrib. 
Mba dewi, mba Fatimah , Aisyah dan dila pun segera pergi meninggalkan tempat latihan karena hari ini jadwal mereka membagikan makanan unttuk para santri. Kemudian aku bersama ipeh membantu mas gilang membereskan alat-alat hadroh. Hatiku merasa tidak karuan saat berada di dekat mas gilang, jantungku berdegup kencang seakan ingin meninggalkanku. Apalagi mas gilang memintaku untuk menemuinya besok pagi di perpustakaan pesantren, entah apa yang ingin dia bicarakan. 
Aku bangun dari tidurku, kemudian aku berbegas menuju perpustakaan pesantren , hatiku merasa tidak karuan, kemudian aku duduk di kursi sambil membaca buku, dan tiba-tiba ada seseorang yang dating menghampiriku, lalu duduk di depanku.
 Mas gilang ingin menyampaikan hal apa ? ( Tanyaku heran )
 Ana, mas gk tau ingin memulai nya dari mana , tetapi jujur mas mempunyai perasaan sama Ana, apakah kamu ingin berkomitmen bersamaku na ?  ( sambil menatapku )
Aku terkejut mendengar hal itu, entah apa yang harus kulakukan , aku terus menunduk dan sama sekali tidak mempunyai keberanian menatapnya kembali. 
 Ana ,,? ( tanya mas gilang )
 mm, mmas gilang serius ? bukankah mas gilang mempunyai perasaan terhadap mba bila ? ( tanyaku kepadanya )
 Aku memang punya perasaan terhadap bila, tapi bila tidak mencintaiku jadi untuk apa aku memperjuangkannya ? dengar Ana , aku merasa nyaman denganmu, kita sama-sama belajar dan mengabdi dulu sma abi, kamu menekuni Al-Quran dan aku menekuni kitabku na  ( tegasnya )
 Dan apabila mba bila mempunyai perasaan kapada mas gilang ketika kamu sudah berkomitmen bersamaku, apakah mas gilang ingin kembali mencintai mba bila ? 
 Aku sudah memilih dirimu na, lalu mengapa aku memilih dia kembali yang sudah jelas menyia-nyiakan perasaanku,   ( jawab mas gilang dengan wajah yang penuh keyakinan )
Aku terpukau mendengar penjelasan mas gilang, dan tidak bisa dipungkiri bahwa aku juga mempunyai perasaan terhadapnya, akupun menerima mas gilang, mas gilang memintaku untuk tidak memberitahukan hal ini kepada siapapun. Namun, aku bercerita kepada ipeh dan dila karena mereka salah satu temanku yang sangat dekat denganku. Setelah mendengar hal itu, mereka sangat terkejut, karena yang mereka tahu, mas gilang mempunyai perasaan terhadap mba bila,tetapi inilah faktanya. Dila sangat setuju dan merasa senang mendengarnya, tapi entah mengapa ipeh merasa ragu dengan mas gilang.
kamu yakin kalau mas gilang benar-benar tulus ? jangan-jangan kamu hanya menjadi pelampiasan saja  ( tegas ipeh kepadaku )
 eh mba fifah ini ngawur, ya mana mungkin seorang mas gilang mempermainkan perasaaan  ( tegasnya )
Ya sudah jalani saja dulu na, tqpi inget tujuan awalmu apa? Menjaga Al quranmu ana , jangan sampai kamu mengkhianati amanah yang sudah Allah berikan kepadamu ? ( sambil duduk di sampingku )
 Iya inysa Allah peh ( sambil merangkul Ipeh)
 kujalani hariku dengan mas gilang, tidak bisa dipungkiri perasaanku semakin dalam dan semakin tulus kepada mas gilang, dua minggu telah berjalan kemudian kami focus ke perlombaan hadroh. 
Sore itu kami latihan seperti biasa, dan dihadiri oleh mba bila. Aku merasa takut, dan cemburu melihat mba bila dilatih vocal dengan mas gilang. Aku takut perasaannya kembali tumbuh. Apalagi banyak sekali yang mendukung mas gilang dan mba bila, seperti mba dewi, mba Fatimah dan masih banyak lagi. Semakin hari sikap mas gilang semakin berubah kepadaku, entah mengapa ? aku semakin takut melihat perubahan sikap mas gilang kepadaku. 
Kemudian aku meminta mas gilang ke perpustakaan dan bertanya kepadanya . mengapa mas gilang berubah kepadaku. Mas gilang menjelaskan kepadaku. Sikapnya berubah karena orang tuanya mengetahui hubunganku dengannya. Orang tuanya sangat marah kepadanya, hingga tidak ingin berbicara kepada nya. Akupun sangat kasihan mendengarkannya, sebagai wanita aku sangat merasa bersalah kepadanya, karena secara tidak langsung aku telah menyebabkan kemarahan orang tuanya. Kemudian aku memutuskan untuk tidak berkomitmen dengan mas gilang, walau sakit rasanya, tapi menurutku inilah yang terbaik untuk mas gilang, aku tidak ingin orang yang kucintai jauh dari orang tuanya. 
Hari ini kompetisi akan dimulai, kamipun segera bergegas menuju lokasi perlombaan, tentunya kami meminta izin dan ridhonya abi terlebih dahulu sebelum kami pergi. Kami diberikan izin untuk membawa ponsel, dan aku sangat menunggu kabar dari mas gilang, namun mas gilang tidak memberi kabar sama sekali. Kamipun duduk di kursi peserta kemudian tak sengaja kulihat mas gilang sedang asyik main ponsel. Kulihat layar ponselnya, akupun terkejut dan menahan betapa sakitnya perasaanku ketika melihat mas gilang sedang chatingan dengan mba bila. Aku berusaha untuk focus ke perlombaan. Di atas panggung akupun tak kuasa menahan tangisku melihat mas gilang sangat memperhatikan mba bila, karena saat itu mba bila menjadi vocal utama. Setelah perlombaan usai, kami mendapat kabar bahwa kami mendapatkan juara 2 hadroh puteri. Kamipun sangat senang sekali karena ini pertama kalinya kami ikut kompetisi dengan membawa piala.
Hatiku sakit, seakan terombang-ambing, apalagi setelah melihat kebohongan mas gilang mengenai orang tuanya, kemudian aku mendapatkan kabar bahwa mas gilang akan bertunangan dengan mba bila dan itu sudah disetujui oleh Abi dan Umi dan akan dilaksanakan akdun Nikah Mubarok di Pondok. Hatiku semakin hancur, kemudian aku melaksanakan sholat tahajuud dan semakin merasa bersalah kepada Allah karena telah menomor duakan apa yang menjadi tugasku.
Ana sudah lah jangan bersedih, kekecewaanmu sebagai bentuk kasih saying Allah agar kamu kembali kepada Al quranmu ( tiba-tiba afifah menemuiku dan merangkulku )
Hatiku sakit peh ,, mengapa dia berbohong kepadaku ? mengapa dia menyatakan persaannya kepadaku ? mengapa dia membuatku mencintainya jika dia ingin kembali kepada mba bila ? ( isak tangisku kepada ipeh )
Sudahlah Ana ini sudah qudroh nya Allah, kamu harus ikhlas, kamu harus menerimanya, kembalilah kepada Allah, karena Allah lah yang memberikan mahabbah kepada hambanya, Allah akan memberikanmu yang terbaik Ana,,  ( sambil memelukku )
Aku tak kuasa menahan rasa sakitku, rasanya sangat sakit seakan merasa dipermainkan, sejak saat itu aku sadar bahwa aku salah dalam mencintai makhluk. Aku tidak pernah menyalahkan cinta atas rasa sakitku Karena cinta pada hakikatnya Cinta itu bukan maksiat, maksiat itu ketika dirimu bermain-main dengan perasaan yang lain yang mengatasnamakan cinya.
Aku memutuskan untuk pindah pondok dan meneruskan studi ku di Kairo sambil menghafalkan Al-Quran. Kujalani dan kunikmati tiap bait dan sajak yang ada di dalam Al-Quran, kulimpahkan rasa cintaku kepada Al-Quran hingga aku berhasil menghatamkan Al-Quran dengan mumtaz , kemudian akupun mengikuti wisuda Akbar Bin Nadzor 30 juz, isak tangisku tak lagi terbendung ketika aku memakaikan selempang kepada orang tuaku, sungguh kebahagiaan yang sangat luar biasa. Aku merasakan betapa nikmatnya Rahmat yang telah Allah berikan kepadaku. 
Akupun pulang ke Tanah Air bersama orang tuaku, tak lama setalah aku dirumah kemudian aku terkejut melihat Abi syaifuddin dan Umi rohmah berkunjung kerumahku. Aku merasa sangat terhormat dan malu karena kedatangan Abi bersama Umi, kulihat dari kejauhan ada seseorang pemuda memakai sarung hitam, baju koko hitam dan peci putih , aku tidak tahu siapa dia dan ada hubungan apa dengan abi dan Umi. Kupersilahkan Abi, Umi dan pemuda itu untuk masuk ke dalam, akupun membuatkan wejangan untuk abi dan Umi, sambil menunggu Air tak sengaja aku mengupng pembicaraan Abi dan orang tuaku,,,,
 Kami kesini berniat melamar puterimu untuk puteraku gus fahmi ,,( tegas abi kepada bapak )
Mendengar hal itu berlinang air mataku, aku sujud di balik tembok , merasa brsyukur kepada Allah, karena telah memberikan seseorang seperti gus fahmi. Kemudian aku segera memberikan jamuan kepada abi dan umi, akupun duduk disamping Ibuku.
 Kami sangat terhormat mendengarkan maksut dan tujuan pak kyai kemari, Namun kami serahkan keputusan ini kepada puteri kami  (sambil melihatku )
 Ana,, apakah kamu menyetujuinya ?( Tanya abi kepadaku )
Akupun mengangguk menerima lamaran gus fahmi, akdun nikah akbarpun dilaksanakan di pondok Pesantren Darul Ilmi, dengan sangat meriah dan penuh hikah, kamipun diberi amanah untuk mengurus pondok pesantren Darul Ilmu, karena mas Salim sudah mendirikan pondok di jawa dan Abipun sudah cukup tua untuk mengurusi pesantren, kemudian dilimpahkan amanah besar ini kepada aku dan mas fahmi.
Akupun merasa sangat bahagia karena sesungguhnya rencana Allah lebih indah dari rencana makhluknya, dan apabila kita semakin mencintai Allah, maka Allah akan memberikan seorang yang mencintaimu dengan tulus karena sebagai bentuk cintanya kepada Allah.


Resti Andini
Prodi Manajeman Pendidikan Islam
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung



Pelita Ramadhan "Ega Monica"


Pelita Ramadhan

Telah Tiba Cahaya Ramadhan...
Yang Tiada Tandingnya...
Memancarkan Cahaya Yang Terang Benderang...
Lihatlah Sang Rembulan...
Menariknya Bintang Berkelipan...
Tak Seindah Senyum Kemaafan...
Yang Selalu Memiliki Kerinduan...
Untukmu Yang Selalu Menantikan...
Selamat Datang Bulan Ramadhan...
Bulan Suci Untuk Menanam Segala Macam Kebaikan...
Memperkuat Ibadah Kepada Tuhan... 
Segala Pahala Dilipat Gandakan...
Bersihkan Hati Dari Segala Dengki...
Sucikan Jiwa Dari Segala Macam Prasangka...
Bersihkan Raga Dari Segala Dosa...
Berlarilah Menjemput Sang Pelita...


Ega Monica

Para Pencari Laila #3





Sesampainya Ilham dirumahnya ,,,,," Assalamualaikuuum mak "  (Sambil mengetuk pintu ) " Waalaikumussalaaaam " (Resti sambil membukakan pintu) " mak e Irma Dimana ?" (Tanya Ilham kepada ibunya) " Loh irma belum pulang " ( Sambil menyalami ilham ) " lah emng kemana mak e ? " (tanya ilham penasaran ) " Irma tdi ke pondok bersama temannya ham, dia ikut kajian ustadz Arjun , memang kamu gk ikut ngaji ? " ( Tanya Ibu ) "Ikut kok bu, tapi ilham buru buru tadi bu" ( Sambil memainkan hpnya ) ketika ilham sedang membuka  hp nya tiba-tiba ada kendala signal di rumahnya sehingga dia sulit untuk membuka akun instagram nya,,,, Karena Ilham tidak sabar untuk stalking ig dari gadis itu, dia pun Naik pohon mangga yang ada di halaman Rumahnya ,,, "Iki ki sing jenenge pengorbanan Ciinta,,, " ( Sambil menaiki pohon mangga ) sesampainya di atas pohon , ilhampun langsung membuka hpnya dan ibunya mengetahui hal itu ,,, "Astaghfirulllohal'adziiiiiiiiim,, duh cah lanang ngopo awakmu neng kunu, iki wes mbengi lee " ( Sambil menunju ke arah ilham ) " hehehe mak, lagi nyari sinyal maak " ( jawab Ilham ) "dasar bocah, kalo udh ada maunya , mesti nekadd " ( sambil masuk ke rumah) ilhampun melanjutkan misinya untuk stalking ig gadis itu,, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari ujung gang rumahnya,, langkah kaki itu semakin mendekat dan semakin mengusik konsentrasi ilham,, dan ternyata Irma bersama 2 temannnya , Nova dan tidak di sangka-sangka salah satu teman irma adalah Laila, anak dari pak lurah ,,, Ilham pun sangat terkejut melihat laila bersama irma hingga dia tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada di atas pohon mangga , " Ya Allah Ya kariiim mati aku,, ternyata benar laila itu temannya irma,,, duh gusti jangan sampai mereka melihat aku di atas pohon " ( sambil menundukan kepala nya di balik batang pohon) namun nova salah satu temannya pun melihat seseorang di atas pohon " eh irma, itukan mamas kamu , ngapain di situ, udah kayak hantu aja wkwkwk " ( sambil melihat kearah pohon,) irmapun langsung memanggil masnya, karena ilham sangat kaget dengan suara irma , hingga dia terjatuh dari atas pohon tepat di depan 3 seorang gadis,,, " Dubraaaaak "  ( ilhampun terjatuuuh) dia sangat malu, apalagi 3 gadis itu menertawai ilham ,, " ahahahaha mas ilham ngapain di atas ppohon ?" ( Tanya Nova ) "Anuuu, mmm mmm anuuu, tadi ada monyet di sanaa hehehe " ( Dengan wajah saltingnya kepada laila yang dari tadi hanya tersenyum melihat tingkahnya ilham ) "Ih mas ilham ini ada-ada saja " ( sambil menertawai ilham ) " o iya dek , iku sopo ? kok mas ndak pernah ndelok ? " ( sambil memandang Laila ) " oooh laila to, iki laila mas, temen baruku, laila ini anak pak lurah dicky sma ibu lurah putty mas ) " owalaaah ,, " ( sambil memandang laila dengan wajah yang salah tingkah, ilhampun berbisik di dalam hatinya " Ayune ya Allah,, bener-bener koyo bidadari dari kayangan " "mas ? mas ilham ? " ( teriak irma kepada ilham yang sedang terlihat melamun ) " mm iya dek emang bener bener Ayu " ( sambil tersenyum malu ) " haaaaah Ayu siapa yang ayu ? " ( irma sangat bingung dengan tingkah mamasnya yang sangat aneh itu ) " waah sepertinya masmu sedang mengantuk wkwkwkwkwk ? yasudah aku pulang dulu ya ir,, yuk laila kita pulang sudah hampir larut ini ( kata nova sambil mengajak laila ) " Iya ,, irma mas ilham kami pulang dulu ya Assalamualaikuum" ( jawab laila dengan sangat lembut sekali )  " wa wa wa wa'alaikumussalam " ( jawab ilham dengan gugup ) nova dan lailapun pulang , ilham dan irmapun masuk ke dalam rumah , di rumah ilham langsung bertanya kepada irma tentang laila,,,    laluuu,,,,,, bersambuuuuung

Pelajar NU Raden Intan Adakan Diskusi Online Bersama Rekan Febi

Bandar Lampung 10 Mei 2020
Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (PKPT IPNU IPPNU UIN RIL) Mengadakan Diskusi Online, dengan Tema "Bangga Berproses di IPNU IPPNU". Yang dilaksanakan tepatnya pada hari Minggu, 10 Mei 2020. Diskusi tersebut berlangsung di Grup WhatsApp.

Adapun tujuan dari Kegiatan Diskusi Online Ini Dilaksanakan Untuk Kader dan Anggota PKPT IPNU IPPNU UIN Raden Intan Lampung Yang Sudah Mengikuti Pengkaderan Atau Sudah Makesta. Acara Ini Diadakan Oleh Pengurus IPNU IPPNU yakni Departemen Organisasi yang bekerjasama dengan Lembaga Pers. Yang mana Lembaga Pers disini Sebagai Penanggung Jawab dari berlangsunga kegiatan diskusi online tersebut.

Dan Acara Ini Sendiri Diisi Langsung Oleh Rekan Febi Akbar Rizki Selaku Pembina PKPT IPNU IPPNU Universitas Islam Malang sekaligus sebagai Demisioner Ketua PKPT IPNU UNISMA.
Menurut Rekan Febi IPNU IPPNU Sendiri Sebagai Pemuda Nahdlatul Ulama Harus Berjuang Bukan Untuk Kaum Elit Melainkan Masyarakat Umum. Yang mana tujuan dari IPNU IPPNU itu sendiri Adalah Untuk  Melahirkan Pemuda Yang Berilmu Tanpa  Berlagak Elitis Dan Eksklusif. Lebih Memprioritaskan Substansi Daripada Bungkus. Semisal ada sebagian kader yang Populer, Itu Hanya Bonus Bukan Goal. Orientasi KeilmuanBukan Saja Dalam Rangka Mencapai Ketinggian Derajat Semata. Para Founding Fathers Menegaskan Bahwa Keilmuan Yang Dimaksud Harus Dilandasi Dengan Sikap Dekat Dengan Masyarakat, yang artinya "Kader IPNU IPPNU Harus Sikap Yang Selalu Siap Berkhidmat".
Ujar Rekan Febi

Ade Erlangga


Para Pencari Laila#2

Ilham pun langsung tidak memperdulikan makanan yang ada di depannya , karena dia sedang sibuk memikirkan gadis yang bernama Laila itu ,,, melihat Ilham Senyum senyum sendiri ,, zaka pun langsung mengagetkan Ilham ,,
"Haaaam ,, mikirke opo lah mesam mesem, ngguya ngguyu wae " 
"Lah wes ora nggumun , Ilham Ki jek mikirke anak e pak lurah " ( kata imam yang sambil menertawai Ilham ) 
" Wes wes ojo mikiri Wedo wae , yok mending Dewe neng pondok wae , Saiki kan jadwale ustad Arjun ngajar" ( kata Ade )
" Kuy lah , sopo Reti mengko iso cuci mata ndelok santriwati ne ,, Iyo gk ham  " (kata imam sambil melirik ke Ilham )
 "Yo mestilah , bonus ikumah wkwkwk,,
Mbok faje,, nasi 5 bungkus Karo minume Piro ?"( Tanya Ilham )
"20 ribu le "( kata mbok faje ) 
Merekapun segera pergi ke pondok pesantren An Nahdliyah Raden Intan ,,
Yang saat ini dipimpin oleh Bapak Kyai Andi Syuhada yang mempunyai Anak Ade Erlangga dan seorang Adik yang bernama Umam Al Ghozali ,,,  
Sesampainya di majelis mereka mendengar kan tausiyah dari ustadz Arjun salah satu Ustadz yang ada di Pondok An Nahdliyah ,, 
Dari Bolongan tabir Ilham terlihat sedang mengintip santriwati yang sedang mengaji ,,, 
Dalam hatinya berkata 
"Kira-kira Laila ada di balik tabir ini gk ya ? Pulang nanti aku harus stalking Ig nya dan harus bertanya pada Irma , siapa tau dia kenal sma laila " 
Irma merupakan adik dari Ilham sekaligus anak dari Resti Andini, Ayahnya telah wafat beberapa tahun yang lalu di karenakan sakit )
Setelah mengikuti kajian bersama ustadz Arjun , Ilham pun bergegas pulang kerumah , dia sudah tidak sabar ingin stalking IG gadis itu,,,
Lalu,,,,,
Bersambung 

PARA PENCARI LAILA #1

Malem Ini Menjadi Terawih Ke 20 Di Bulan Ramadhan Ilham Beserta Teman-temannya Yaitu Ade, Imam Zakaria dan Fajar Seperti Biasa Pulang Bersama-Sama. Ketika Perjalanan Pulang Ilham Selalu Ketua Gang Merasa Kelaparan Dan Perutnya Pun Sampai Berbunyi ,,grrrrrrrrrrr ,begitu kira kira bunyinya .... Imam yang mendengar itu langsung saja nyablak "hammmm kamu laper ya ,kok suara perut udah kek suara kentut" sahut Ade Jaka dan fajar dengan gelak tawa ..."asem koe mam aku Ki ngelih " ujar Ilham ,tak jauh  dari perjalanan pulang mereka berjumpa warung nasi uduk nenek ,Ilham yang kelaparan langsung mengajak 4 temannya makan ,"cuy kita makan disini yah" sahut semua dan mengiyakan ajakan Ilham tapii fajar yang tidak bawa duit langsung ngomg " aku Ra due duit ape ditraktir opo ham wkwkwk" ,zaka dengan begitu sombong nya langsung bilang "Santuy Ilham baru gajian dari hasil tugas Dema 1 semester" mendengar itu ilham hanya geleng-geleng dan berkata "yowes Iyo yok mangan tak traktir" gercep aku wes ngeluh Iki ..
Dan mereka pun makan bareng di warung nasgor tersebut.
Dengan lahap mereka menyantap ,tiba tiba kefokusan Jaka yang makan terganggu oleh kedatangan gadis bernama Laila "wah ayune Rondo kuiiii " kata Ilham , "sembarangan itu Lo gadis Jekan namanya Laila anak pak  lurah kampung kita  "sahut Ade 
Ilham yang sudah menjomblo akhirnya dengan pikiran gelapnya langsung berpikir untuk mendekati Laila ..lalu

Bersambung...

Ketua PKPT IPNU UIN Raden Intan Lampung Ajak Semua Pelajar NU Berikhtiar di Bulan Ramadhan Walau Dimasa Pandemi

BANDAR LAMPUNG – Ditengah pandemi yang kian hari kian meresahkan dan memprihatinkan. Umat Islam diseluruh dunia tengah dalam suasana suka cita karena berjumpa kembali dengan bulan suci yang penuh rahmat, bulan Al-Quran, bulan yang memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di bulan ini setiap muslim diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa disiang harinya dan disunnahkan melaksanakan shalat tarawih pada malam harinya.

Walau tengah berada dalam keterbatasan untuk melaksanakan roda organisasi, tak menjadikan PC IPNU IPPNU Kota Bandar Lampung kehilangan gerakan, untuk terus menjalankan amanah organisasi dan bersyukur atas datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan ini. Maka dari itu dibentuklah satu program unggulan berupa Kultum online melalui akun resmi Instagram PC IPNU IPPNU Kota Bandar Lampung yang di dalamnya menghadirkan kader-kader IPNU terbaik Kota Bandar Lampung untuk membagikan ilmunya.

Perintah untuk melaksanakan puasa di bulan Ramadhan sudah jelas tercantum dalam surah kedua Al-Quran yakni Surah Al-Baqarah ayat 183 yang dimana di dalam ayat ini bertujuan untuk menjadikan manusia bertaqwa dengan puasa. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rekan Dicky Tri Setiawan selaku Ketua PKPT IPNU UIN Raden Intan Lampung dalam Kultumnya (11/05/2020), beliau menyampaikan bahwa arti bebas dari Taqwa dalam surah ini adalah taat kepada setiap perintah Allah yang tentu saja sulit karena adanya godaan setan.

Implementasi dari Taqwa sendiri bisa kita lihat dari seorang Ulama dan juga cendikiawan Muslim yakni Hasan Al-Bashri dengan konsep Taqwanya yakni Khauf dan Raja’ yang apabila dimaknai adalah sikap seorang hamba yang takut apabila perbuatannya tidak disenangi oleh Allah SWT sehingga ia menjadi berhati-hati dalam berbuat suatu hal untuk mencapai harapannya. Kemudian Raja’ (harapan) haruslah diringi dengan usaha-usaha dalam mencapainya. Khauf dan Raja’ Merupakan pasangan sempurna yang saling menguntungkan dan melengkapai yang apabila dikerjakan secara seimbang akan menimbulkan mahabbah..

Rekan Dicky Juga menambahkan bahwa bulan Ramadhan memiliki satu malam yang luar biasa, yakni Lailatul Qadr. Malam yang dimana memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan dan merupakan malam dimana ayat Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Di malam ini ada satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, ketika Siti Aisyah bertanya kepadanya, yaitu ------- . 
“Maka dengan itu untuk menunjukkan rasa syukur kita karena masih dapat berjumpa dengan bulan yang penuh kemuliaan ini, sudah sepatutnya kita berbenah diri dengan terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dan selalu meningkatkan kualitas ibadah kita, terutama dimalam 10 terakhir Bulan Ramadhan ini.” Ujar Rekan Dicky diakhir kalimatnya. (Lisia)
Back To Top